Selasa, 26 Oktober 2010

MASSA JENIS ZAT PADAT BENTUK TERATUR

LAPORAN

PRAKTIKUM FISIKA

“MASSA JENIS ZAT PADAT BENTUK TERATUR”


Disusun oleh:

Kelompok 6

1. Indah Febri Astuti (071644002)

2. Endang Suhartatik (071644006)

3. Laili Lati Kamilatul J (071644007)

4. Rahayu P (071644014)

5. Muhammad Nuruddin (071644036)

6. Siti Maimanah (071644038)

PROGRAM S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

TAHUN 2008

I. TUJUAN PERCOBAAN

- Terampil menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup.

- Menentukam massa jenis zat padat berbentuk balok silinder pejal dan bola pejal.

- Membandingkan hasil pengukuran massa jenis zat padat dari dua metode yang berbeda.

II. TEORI

Massa jenis (rapat massa) suatu zat adalah massa tiap satuan volume atau dapat dirumuskan:

ρ = M/V (1)

Dengan ρ = massa jenis (Kg/m3)

M = massa zat (Kg)

V = volume zat (m3)

Jika massa dan volume dapat diketahui dengan cara menimbang zat itu dengan timbangan atau neraca teknis sehingga besaran massa dapat diukur langsung dengan alat ukurnya. Untuk mengukur langsung volume zat padat dapat dilakukan dengan memasukkan zat padat itu ke dalam gelas ukur yang berisi zat cair. Apabila zat itu tenggelam seluruhnya maka perubahan penunjukan volume itu dari zat padat tersebut.

Tetapi untuk mengukur volume zat padat besarannya tidak selalu dapat diukur langsung seperti itu karena terdapat zat padat yang massa jenisnya lebih kecil dari zat cair sehingga kalau zat padat tersebut dimasukkan ke dalam zat cair akan mengapung atau melayang ( tidak tenggelam seluruhnya). Untuk mengukur volume zat padat yang teratur bentuknya (kontinu) dapat pula dilakukan secara tidak langsung dengan mengukur perubah (variabel) yang membangunnya.

Volume balok dapat juga dilakukan dengan cara mengukur panjang lebar dan tinggi dari balok itu sehingga :

Vbalok = p x l x t (2)

Dengan p = panjang balok

l = lebar balok

t = tinggi balok

Sedangkan volume silinder pejal dapat juga dilakukan dengan mengukur diameter dan panjang silinder itu sehingga:

Vsilinder = π (d/2)2 x p

= ¼ π d2 .p (3)

Dengan d = diameter silinder

p = panjang silinder

Untuk volume bola pejal dapat juga dilakukan dengan mengukur diameter bola itu sehingga:

Vbola = (4/3) π (d/2)3 (4)

Dengan d = diameter bola.

III. METODE PERCOBAAN

A. Alat dan Bahan

1. jangka sorong 1 buah

2. Mikrometer sekrup 1 buah

3. Balok kecil (pejal) dari logam 1 buah

4. Silinder pejal dari logam 1 buah

5. Bola pejal / kelereng 1 buah

6. Neraca teknis 1 buah

8. Air dan benang secukupnya

B. Langkah Percobaan

  1. menimbang zat padat (balok pejal, silinder pejal dan bola pejal) dengan neraca teknis (timbangan).
  2. Mengukur volume zat padat tersebut (bola, silinder dan bola) dengan cara memasukkannya ke dalam gelas ukur yang telah berisi air sehingga tenggelam seluruhnya. Perubahan volume menunjukkan pada gelas ukur adalah volume zat padat tersebut. Catatan : dalam memasukkan zat padat kedalam gelas ukur digunakan benang agar zat padat tidak sampai memecahkan gelas ukurnya.
  3. Menentukan volume zat padat tersebut dengan cara mengukur peubah (vaariabel) masing masing – masing yang membangunnya dengan menggunakan jangka sorong dan atau mikrometer sekrup.
  4. Menghitung massa jenis dengan data – data baik yang diperoleh dengan menggunakan gelas ukur maupun jangka sorong / mikrometer sekrup kemudian hasil tersebut dibandingkan.

C. Data dan Analisis

a. Pengukuran dengan Neraca Teknis (Timbangan).

Benda

m ± ∆m

Balok

19,3 gr

Silinder

100 gr

Bola

21,5 gr

b. Pengukuran dengan Gelas Ukur

Benda

V1 ±∆V1

V2±∆V2

V = V2 – V1

Balok

200 ml

207 ml

7 ml

Silinder

200 ml

212 ml

12 ml

Bola

200 ml

208 ml

8 ml

Keterangan

V1 = Volume air

V2 = Volume air + benda

c. Pengukuran dengan Jangka Sorong / Mikrometer Sekrup

Balok

p

l

t

V = p . l . t

*Su = 20 mm

*Sn = 8 x 0,05 = 0,4 mm

Jadi p = 20,4 mm

*Su = 18,3 mm

*Sn = 5 x 0,05 = 0,25 mm

Jadi l = 18,55 mm

*Su = 19 mm

*Sn= 3 x 0,05 = 0,15 mm

Jadi t = 19,15 mm

V = 20,4x18,55x19,15

= 7246,743 mm

Silnder

d

p

V = ¼π . d2. p

*Su = 25,2 mm

*Sn = 4 x 0,05 = 0,2 mm

Jadi d = 25,4 mm

*Su = 23,1 mm

*Sn = 2 x 0,05 = 0,1 mm

Jadi p = 23,2 mm

V = ¼ x 3,14 x (25,4)2 x (23,2)

= ¼ x 3,14 x (645,2) x (23,2)

= ¼ x 3,14 x 14967,7

= 11.749,6 mm

Bola

d

r

V = 3/4π . r3

*Su = 25,1 mm

*Sn = 2 x 0,05 = 0,1

Jadi d = 25,2 mm

r = ½. d

= ½. 25,2

= 12,6 mm

V = ¾ x 3,14 x (12,6)3

= ¾ x 3,14 x 2000,4

= 3/4 x 6.281,2

= 4.710,9 mm

IV. KESIMPULAN

Dari hasil percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa cara untuk mengetahui apakah suatu zat padat massa jenisnya lebih kecil / lebih besar dari massa jenis air (bahan zat padat tidak diketahui) adalah dengan cara memasukkan zat padat itu kedalam air. Apabila zat padat tersebut tenggelam berarti massa jenis zat padat tersebut lebih besar dari massa jenis air. Namun jika zat padat tersebut terapung / melayang bearti massa jenis zat padat lebih kecil dari massa jenis air. Sedangkan bila diketahui massa jenis zat padat tersebut lebih kecil dari massa jenis air (bentuk zat padat tidak kontinu) maka cara menentukan massa jenis zat padat tersebut adalah dengan cara menimbang zat padat tersebut dengan menggunakan neraca teknis (timbangan).

11 komentar:

Anonim mengatakan...

waaaaaaaaaaah, ne yg akk carii ... thanks iia bwat informasix .... luph u full ...

Anonim mengatakan...

thanks y atz data na...

IRFAN mengatakan...

Thank ya..hehe

yana mengatakan...

thnks uga wat informasi na law pn pembahasan na lgx da,,
heheheheh

Anonim mengatakan...

biza kasih dafta pustakax jg gg bwat literatur..

Anonim mengatakan...

thankz data'a....

Anonim mengatakan...

CHIBAII

hamba allah mengatakan...

makasih contoh laporannya

Anonim mengatakan...

janju

zahida mengatakan...

trimakasih. ini membantu saya. kalau boleh memberi saran, pasti lebih lengap bila ditambahi daftarpustaka. soalnya kan bisa menjadi literatur para pembaca.
Trimakasih..

Dini Darmawati mengatakan...

Daftar pustakanya g ada ya?

Poskan Komentar